Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) ditetapkan oleh PBB pada tahun 2000 sebagai serangkaian delapan tujuan yang ditujukan untuk mengatasi beberapa masalah paling mendesak di dunia, termasuk kemiskinan, kelaparan, pendidikan, kesetaraan gender, dan kesehatan global. Pada tahun 2015, MDGs digantikan oleh Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), namun dampaknya masih terasa di banyak negara di dunia.
MDG 4, yang berfokus pada penurunan angka kematian anak, dan MDG 5, yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu, mempunyai dampak yang signifikan terhadap kesehatan global. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, jumlah anak yang meninggal sebelum usia lima tahun turun lebih dari setengahnya antara tahun 1990 dan 2015, hal ini sebagian disebabkan oleh peningkatan akses terhadap vaksin, peningkatan gizi, dan layanan kesehatan yang lebih baik. Demikian pula, angka kematian ibu turun sebesar 44% pada periode yang sama, karena meningkatnya akses terhadap penolong persalinan terampil dan layanan obstetri penting.
MDG 1, yang bertujuan untuk memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrem, juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan global. Menurut Bank Dunia, jumlah orang yang hidup dalam kemiskinan ekstrim (yang didefinisikan sebagai hidup dengan pendapatan kurang dari $1,90 per hari) turun dari 1,9 miliar pada tahun 1990 menjadi 736 juta pada tahun 2015. Pengurangan kemiskinan ini telah membawa perbaikan pada hasil kesehatan, karena orang yang hidup dalam kemiskinan lebih cenderung menderita kekurangan gizi, penyakit menular, dan kurangnya akses terhadap layanan kesehatan.
Meskipun terdapat kemajuan yang dicapai dalam MDGs, masih terdapat tantangan besar yang harus diatasi. Di banyak negara berpendapatan rendah dan menengah, sistem layanan kesehatan kekurangan dana dan staf, sehingga menyebabkan tidak memadainya akses terhadap layanan kesehatan penting. Selain itu, pandemi COVID-19 telah menyoroti kesenjangan dalam akses dan hasil layanan kesehatan antar negara, dimana negara-negara berpendapatan rendah kesulitan mengatasi dampak virus ini karena terbatasnya sumber daya dan infrastruktur layanan kesehatan.
Ke depan, dampak MDG 99 terhadap kesehatan dan kemiskinan global akan terus dirasakan seiring dengan upaya negara-negara untuk mencapai SDGs pada tahun 2030. Prioritas utamanya mencakup peningkatan akses terhadap layanan kesehatan penting, penguatan sistem layanan kesehatan, dan mengatasi faktor-faktor sosial yang menentukan kesehatan, seperti kemiskinan, pendidikan, dan ketidaksetaraan gender. Dengan memanfaatkan kemajuan yang dicapai dalam MDGs dan mengatasi tantangan yang ada, kita dapat berupaya menuju dunia yang lebih adil dan sehat untuk semua.